Lpk | Trenggalek – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang bersumber dari DIPA Satker Operasi dan Pemeliharan Sumber Daya Air (OPSDA) Brantas Tahun Anggaran 2025 telah menjadi sorotan publik.
Sejumlah warga dan pengamat menilai papan proyek di lokasi pekerjaan belum sepenuhnya memenuhi unsur keterbukaan informasi publik.
Dari salah satu media telah melakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa (29/10/2025), papan proyek tampak sudah terpasang dan mencantumkan nama pekerjaan, tempat lokasi, sumber dana, serta tahun anggaran. Namun, dari hasil pengamatan belum tercantum informasi nilai anggaran, nama pelaksanaan kegiatan, jangka waktu pelaksanaan, maupun nomor kontrak pekerjaan. Pada hal menurut pedoman pelaksanaan proyek pemerintah di lingkungan Kementrian PUPR, papan proyek seharusnya memuat informasi minimal yang dapat diakses publik, untuk menjamin transparasi dan akuntabilitas.

Dari pemantauan dilapangan juga diduga pelaksana lapangan yang diketahui bernama Sarni, sebagai pemborong kerja menyampaikan bahwa sekitar dua minggu proyek ini dikerjakan dan telah selesai dikerjakan hari ini. “Tapi saya kurang tau anggarannya, soalnya RAB nya saya tidak pegang” ujarnya Sarni Ketika ditemui wartawan di area lokasi.
Keterangan ini menunjukkan masih ada keterbatasan informasi di Tingkat pelaksana terkait besaran anggaran dan dokumen perencanaan pekerjaan.
Program dan Sumber Dana Program P3 TGAI merupakan inisiatif Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, dengan tujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi terser dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Pendanaan proyek bersumber dari DIPA Satker OPSDA Brantas, yaitu dokumen resmi pelaksanaan anggaran yang menjadi dasar kegiatan operasi dan pemeliharaan sumber daya alam.
Dalam pelaksanaanya, program ini umumnya dilaksanakan melalui mekanisme swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dengan pengawasan dari Balai Wilayah Sungai.
“Semoga dari unsur keterlibatan ini semoga disusun dengan rapi dan ditata dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.
Reporter : Imam
