Lpk|Kediri – Bantuan pengairan (sumur bor dalam) dari Badan Geologi di Dusun Wates, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Program yang sejak awal dimaksudkan untuk membantu kebutuhan masyarakat ternyata sudah lama vakum, bahkan sejumlah peralatan pengairan sengaja dilepas sehingga tidak berfungsi.
Tim investigasi berupaya melakukan klarifikasi langsung ke Kantor Kecamatan Tarokan pada 17 September 2025 namun saat dimintai keterangan Suharsono selaku Camat Tarokan justru sempat menghalangi tugas jurnalis untuk melakukan pemberitaan. Ada ap ???
“Jangan diberitakan dulu mas nanti jadi ramai, saya akan menemui Pak Lurah dan Kasun Wates dulu,”ujar Camat Tarokan yang akrab di panggil Harsono.
Tindakan tersebut melanggar kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28F ayat (1) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 ayat (1).

Beberapa hari setelahnya, pihak kecamatan menyampaikan bahwa bantuan peralatan pengairan sudah kembali dipasang di Dusun Wates.Di sampaikan juga bahwa untuk bisa kordinasi langsung dengan pak lurah Tarokan Supadi.
Meski demikian, warga menduga hingga saat ini aliran air bersih tersebut masih belum difungsikan sebagaimana mestinya,dan peralatan yang dipasang apakah sesuai dengan sebelumnya.
Salah seorang warga Dusun Wates, yang enggan disebutkan namanya, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Karna hal ini sudah bertahun tahun di biarkan.
“Kami sudah lama menunggu bantuan air bersih ini bisa dipakai. Kalau hanya dipasang tapi tidak ada air yang mengalir, ya sama saja tidak ada manfaatnya. Itu sama saja pembodohan dan pembohongan publik,” ungkapnya.
Warga lainnya juga menyuarakan hal serupa.
“Seharusnya kalau memang bantuan ini untuk masyarakat, jangan dibiarkan mangkrak. Kami di sini sangat membutuhkan air bersih, apalagi saat musim kemarau, apakah seperti pak lurah, kasun,bpd, rt/rw tidak tau kesulitan kami,”
tutur seorang ibu rumah tangga.
Arif selaku ketua DPD Yalpk Kota Kediri juga memperhatikan dan menyayangkan hal ini,” Saya melihat sendiri bahwa sangat mirisnya keadaan di dusun wates tarokan kabupaten Kediri.Saat ekonomi sulit seperti ini kenapa para pemangku kebijakan setempat tidak segera merespon baik keluhan masyarakat,
apa lagi ini soal air bersih yang sangat penting untuk kehidupan sehari hari warga sekitar,”tuturnya.
“ada keterangan juga dari warga bahwa alat”bor air,diesel dan tandon yang di hibahkan untuk masyarakat guna mencukupi kebutuhan air bersih belum juga di aktifkan kembali. Yang sebelumnya sengaja di lepas oleh sejumlah oknum dengan alasan untuk di rawat,”imbuhnya.
Masyarakat berharap agar pemerintah kecamatan maupun kabupaten segera melakukan pengecekan serius di lapangan. Program bantuan pengairan yang sudah menelan anggaran dan sudah dihibahkan tersebut diharapkan bisa difungsikan sesuai tujuan awal, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Dusun Wates,Desa Tarokan,kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.
Selanjutnya team yalpk kota kediri akan segera melaporkan semua temuan dan keterangan yang di dapat di lapangan secara terbuka kepada Bupati Kediri (Mas Dito),dan Ketua DPRD kabupaten Kediri.
Sampai berita ini di turunkan,Lurah Tarokan Supadi belum dapat dihubungi.
Reporter : Arif/Tim
