Lpk | Tulungagung – Pemerintah Desa Demuk Menggelar kirap Pusaka dan Doa Bersama Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Desa Demuk Yang Ke – 132 Tahun. Yang dilaksanakan di Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat Desà Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Kamis ( 09/10/2025).
Kegiatan Kirap Pusaka ini merupakan bagian dari serangkain kegiatan acara yang digelar oleh Pemerintah Desa demuk selama lima belas hari dalam memperingati Hari Jadi Desa Demuk yang ke 132 Tahun ini.
Acara Kirap Pusaka dimulai dari Pendopo Arum Kusumaning Ayu Midayat Menuju Pendopo pemakaman Eyang jayeng Kusumo ( Esthi Sirna Masa Kala). Kegiatan berjalan penuh Kesakralan, khidmat dan lancar. Usai tiba di pemakaman Eyang jayeng kusumo semua rombongan kirap Pusaka Menggelar Doa Bersama.dan dilanjutkan acara sarasehan di pendopo Arum Kusumaning ayu midayat.
Dalam acara sarasehan diruang pendopo Arum Kusumaning ayu midayat diawali dengan acara sambutan panitia penyelenggara kegiatan, dilanjutkan sambutan dari trah Eyang jayeng kusumo dan juga Sambutan Kepala Desa Demuk Suwari, S.Pd, MM,.
Marzuki Mustofa Trah Eyang Jayeng kusomo dalam sambùtannya menyampaikan, trimakasih yang sebesar besarnya atas semua pelaksanaan kegiatan ini dengan iklas dan kompak berkat bimbingan bapak bapak semuanya. Sehingga masih membawa Trah Eyang Jayeng Kusumo yang mana dalam menghormati trah dari Eyang jayeng kusumo maupun abdi dalemnya, masih menghormati dengan iklas untuk menggayuh setiap ulang tahun dilaksanakan dengan tertip dan kompak. Sekali lagi kami mengucapkan trimakasih yang sebesar besarnya atas pelaksanaan dan kekompakan dari semua masyarakat maupun abdi dalem Dusun Demuk,” ucapnya.
Kepala Desa Demuk, Suwari
,S.Pd., dalam sambutannya mengatakan acara saresehan seperti ini tidak mengurangi rasa kearifan lokal maupun Kesakralan kita. Saat ini kita berkoberasi, bergabung antara tiga keluarga besar yaitu trah Eyang jayeng Kusumo, masyarakat dan juga pemerintah Desa.,” ucap kades Demuk Suwari S.Pd, MM,.
Lebih lanjut, Suwari S.Pd,MM mengatakan, berkumpulnya trah antara pemerintah Desa dan juga warga menjadi satu menggali dan mengunggah seluruh apa yang ada di desa Kita ini,” pungkas Suwaŕi,S.Pd,.
Sebagai penutup pembacaan Doa dan juga acara kenduri tasyakuran. Dan pada malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan pentas pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Dengan lakon Syeh Subakir Pasang Tumbal Tañah Jawa. Lakon ini menggambarkan menyatunya Ulama’ dan umarok.
Kegiatan di ikuti oleh Keluarga Trah Eyang jayeng kusumo, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, BPD, Lembaga Adat Desa dan juga tokoh agama Desa Demuk dan juga seluruh tamu undangan lainnya.
Reporter : Mujiono
