Lpk | Surabaya – Gedung Grahadi Surabaya adalah sebuah ikon bersejarah dan budaya yang berdiri megah di jantung kota Surabaya, menjadi saksi bisu atas peristiwa kelam dalam sejarah bangsa.
Salah satu Tokoh jawatimur Haji Edy Rudyanto., S.H., MH., menyayangkan kejadian brutal di malam hari kemarin, gedung ini menjadi sasaran amukan masa demo hingga terjadinya kebakaran di gedung tersebut. Peristiwa ini tidak hanya menghancurkan bangunan bersejarah, tetapi juga menghilangkan jejak sejarah dan budaya yang tak ternilai harganya. Ungkap haji etar. 30 Agustus 2025.
Gedung Grahadi Surabaya bukan hanya sebuah bangunan tua, melainkan juga simbol kebanggaan masyarakat Surabaya dan Indonesia. Dengan arsitektur yang unik dan nilai sejarah yang tinggi, gedung ini seharusnya dilindungi dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Namun, peristiwa pembakaran yang terjadi di malam hari kemarin telah meninggalkan luka yang dalam dan kerugian yang tak tergantikan.
Peristiwa pembakaran Gedung Grahadi Surabaya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kita harus belajar dari peristiwa ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Aspirasi dan pendapat masyarakat harus disampaikan dengan cara yang damai dan tertib, bukan dengan kekerasan dan anarkisme yang dapat merusak fasilitas umum dan cagar budaya.
Kita harus menjaga dan melestarikan cagar budaya seperti Gedung Grahadi Surabaya untuk mengenang sejarah dan mempertahankan identitas bangsa. Ungkap etar.
Dengan memahami nilai-nilai sejarah dan budaya, kita dapat membangun masyarakat yang lebih beradab dan menghargai warisan leluhur.
Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk selalu menyampaikan aspirasi dengan damai dan menjaga warisan budaya kita untuk masa depan yang lebih baik. Tutup Etar.
Reporter : Aditya
