YALPK | Surabaya – Pertandingan Laga Final leg pertama Piala Presiden 2019, antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC mendapat pengamanan ekstra ketat dari Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya. Sebanyak 3.500 personel dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan rival derbi Jatim di Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (9/4).

“Kami sudah mengerahkan sebanyak 3.500 personel pengamanan. Yang biasanya kami siapkan hanya 2.200 personel, tapi pengamanan kali ini ekstra besar,” katanya Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

Pengamanan ekstra besar ini diakuinya karena bersamaan dengan pelaksanaan kampanye dan mendekati Pemilihan Umum Presiden (Pilpres). Pihaknya pun sudah sepakat dengan panitia pelaksanan untuk pelaksanaan bola ini bisa menjadi cooling system dan bisa menjadi hiburan dan tontonan yang sangat menarik yang memang ditunggu masyarakat.

Lanjut, Luki kesiapan Laga Final Piala Presiden yang diselenggarakan tanggal 9 dan 12 April ini sudah dirapatkan dengan panitia pelaksana (panpel) terkait. Begitu juga dengan instansi terkait, dengan melibatkan panpel dari PSSI, panpel dari Surabaya, Arema dan kesiapan dari pengamanan.

“Nantinya akan kami cek, baik sarana dan prasarana, maupun penempatan titik-titik pengamanan. Mulai hari ini kami sudah melakukan razia terhadap pihak-pihak atau suporter yang memang tidak memiliki tiket dan sudah sudah ada di sini,” jelasnya.

Terkait kehadiran suporter, Alumnus Akpol 1987 ini mengaku, hal itu sudah sesuai kesepakatan dan sudah ada MoU nya. Pada saat main di Surabaya, suporter Arema tidak datang. Sebaliknya, pada saat main di Malang, suporter Persebaya tidak datang. “Kesepakatan ini kalau tidak salah sudah ada sejak tahun 1998,” ucapnya.

Pengamanan pun dilakukan juga untuk pemain Arema FC yang bertanding di GBK. Luki mengaku, pengamanan itu sesuai dengan protap yang sudah ada dalam pola-pola pengamanan sepakbola sebelumnya.

“Hanya di sini ada eskalasi penambahan personel dan peningkatan titik-titik untuk digelarnya personel di daerah rawan sampai pencairan,” tegasnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan, pola pengamanan sama dengan pola pengamanan di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Bedanya ada peningkatan jumlah personel yang dilibatkan. Bahkan pihaknya sudah melakukan razia di seputaran Gelora Bung Tomo.

“Razia sudah kami lakukan, mulai dari sekitaran GBK, termasuk jalan-jalan di Kota maupun di pintu masuk Kota Surabaya. Razia itu akan sudah kita mulai pagi (kemarin), sore dan malam. Hingga waktu hari H, kami akan lakukan sweping,” ujar Rudi.

Pengamanan di luar stadion, lanjut Rudi, pihaknya melakukan penyekatan di daerah Romokalisari, perbatasan dengan Gresik, dan kemudian di toko 52 yang ada di daerah Pakal. “Penyekatan ini untuk membatasi suporter yang tidak memiliki tiket. Atau suporter yang niatnya bukan mendukung pertandingan dengan baik. Kalau Bonek dan Bonita, saya yakin sudah mempunyai tiket semua dan akan masuk memenuhi GBT,” ungkapnya.

Rudi membeberkan rekayasa lalu lintas akan dilakukan di daerah seperti Perak, Asemrowo, Branjangan, Romokalisari dan Gresik. Nantinya akan terjadi pembatasan untuk kendaraan-kendaraan besar, pada pagi hari sampai sore hari sampai pukul 15.00 kendaraan besar dilarang masuk dari Branjangan menuju ke Romokalisari dan daerah Pakal.

Tapi sebaliknya, ketika telah selesai pertandingan, itu akan digunakan jalur untuk keluar. Jadi, kendaraan tidak diperbolehkan masuk. Termasuk di Nipon Paint, pihaknya berharap kendaraan-kendaraan dari Gresik tidak melewati Simpang Romokalisari menuju Surabaya maupun menuju Branjangan. “Bagi yang punya tiket, saya imbau untuk lebih awal datang. Kalau yang tidak punya tiket, tidak boleh menonton,” pungkasnya. (jf/hrs)

Loading

549 Kali Dilihat

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *