YALPK | Blitar – Sebagai upaya Millennial Road Safety Fastival (MRSF) Satlantas Polres Blitar memberikan Surat Izin Mengemudi (SIM) pada siswa berprestasi. Ada empat SMA di Kabupaten Blitar yang mendapatkan SIM secara gratis ini.

Ada 16 siswa yang mendapatkan siswa SIM gratis dari empat SMA ini. Ini sebagai bentuk apresiasi bagi siswa karena giat belajar dan menjelang Ujian Nasional (UN). Ken 16 siswa dari empat SMA ini mendapatkan nilai 10 terbaik dalam try out akbar SBMPTN beberapa waktu lalu di Mapolres Blitar. Sebagai simbolis, SIM ini diberikan pada tiga siswa SMA Negeri 1 Talun.

“Sebenarnya ada 20 siswa, namun yang empat perlu mengasah keterampilan berkendara, sehingga masih kami bimbing,” ungkap Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Amirullah, Senin (11/03).

Sementara itu, Wakapolres Blitar, Kompol Andi Yudha Pranata SH, SIK, Msi mengatakan, bahwa ini merupakan sebuah inovasi Polres Blitar dalam Program Polisi Masuk Sekolah hari Senin (SIMASKOSIN). Kegiatan ini untuk memberikan Pembinaan dan Penyuluhan kepada para siswa siswi sebagai upaya memberikan wawasan sekaligus mendekatkan Intitusi kepolisian dan berinteraksi langsung dengan para pelajar. Kegiatan ini sekaligus mensosialisaikan MRSF yang saat ini menjadi program korp lantas diseluruh indonesia untuk memekan tingginya angka kematian pelajar karena laka lantas.

Andi Yudha menekankan tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas dikalangan pelajar dan bahaya penyalahgunaan narkoba. “Pembunuh nomor tiga di Indonesia adalah kecelakaan karena kelalaian dalam berkendara dan dari data 80 persen didominasi generasi mileneal, disusul dengan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu kepolisian selalu berupaya memberikan wawasan kepada para pelajar sebagai upaya menurunkan tingginya angka kematian akibat kecelakaan serta narkoba dikalangan generasi penerus ini dapat kita tekan serendah mungkin,” tuturnya.

Tidak lupa sebagai generasi millennial yang berhubungan dengan gawai pintar, Andi Yudha juga berpesan pada para siswa untuk menangkal berita bohong (Hoax). Pelajar saat ini adalah pemakai terbesar gadged dan pengguna medsos agar lebih bijak menggunakan medsosnya sehingga tidak ikut menjadi korban hoax yg tidak menutup kemungkinan akan tersangkut UU ITE jika tidak cermat dalam bermedia sosial.

Sementara itu, Kepala sekolah SMAN 1 Talun, Gatot Wiyono Mpd. mengungkapkan pihaknya begitu mengapresiasi kegiatan kepolisian ini. Pihaknya mengaku senang, karena pihak kepolisian ikut serta dalam memberikan bimbingan dan wawasan kepeda pelajar. “Setidaknya nantinya mereka bisa menjadi Polisi bagi diri mereka sendiri. Bisa membedakan mana yg boleh dan tidak boleh dilakukan” ungkapnya.

Gatot juga menambahkan kegiatan ini bagus utk membentuk mental kepribadian siswa nenjadi lebih baik juga lebih dekat dengan Polisi, tidak merasa takut lagi dgn Polisi sebagai Mitra masyarakat dan Mitra dari para kalangan pelajar dan remaja” tutup nya.(dy)

Loading

578 Kali Dilihat

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *