YALPK | Blitar – Tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK di wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Blitar pada tahun ajaran 2018/2019 ini mencapai 100 persen. Sedangkan jumlah total siswa SMA dan SMK di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar yang melaksanakan UNBK dan USBN sebanyak 12.244 siswa.

“Tingkat kelulusannya 100 persen, semua siswa baik di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar dinyatakan lulus,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Trisilo Budi Prasetyo, Selasa (14/5/2019).

Trisilo mengatakan, pelaksanaan pengumuman kelulusan juga berjalan lancar dan aman. Tidak ada siswa yang merayakan kelulusan dengan cara mengadakan konvoi. Sebelumnya, cabang dinas sudah mengeluarkan surat imbauan ke sekolah dan orang tua soal larangan siswa konvoi saat pengumuman kelulusan.
“Kami juga meminta sekolah berkoordinasi dengan Polsek. Kalau ada siswa konvoi, kami minta polisi membubarkannya. Dan kemarin tidak ada laporan siswa konvoi di Blitar,” ujarnya.

Dikatakannya, nilai rata-rata ujian siswa SMA di wilayah Blitar juga tidak mengecewakan. Misalnya, nilai rata-rata matapelajaran Agama untuk siswa SMA di Kabupaten Blitar menempati peringkat ketiga se-Jatim. Sedangkan untuk siswa SMA di Kota Blitar menempati peringkat keempat se-Jatim.
Nilai rata-rata matapelajaran IPS untuk siswa SMA di Kota Blitar menempati peringkat ketujuh di Jatim, sedangkan untuk siswa SMA di Kabupaten Blitar berada di peringkat ke-10 di Jatim.

Sedangkan, nilai rata-rata matapelajaran IPA untuk siswa SMA di Kota Blitar menempati peringkat ketujuh di Jatim, sedangkan untuk siswa SMA di Kabupaten Blitar menempati peringkat ke-14 di Jatim.  “Nilai rata-rata beberapa matapelajaran itu naik jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini, cabang dinas membentuk tim untuk mengevaluasi hasil kelulusan di Blitar. Tim bertugas mendata rata-rata nilai USBN, mendata rata-rata nilai UNBK, mendata nilai tertinggi UNBK per matapelajaran, dan mendata jumlah lulusan SMK yang melanjutkan ke perusahaan dan perguruan tinggi.

“Dari data dan indikator itu dapat diketahui seberapa besar peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Blitar dan Kota Blitar. Perkiraan perlu waktu dua minggu untuk evaluasi,” tuturnya.(dy)

Loading

485 Kali Dilihat

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *